
Hayfit.id – Naik gunung itu memang seru, pemandangan indah, udara segar, dan sensasi sampai puncak yang nggak bisa digantiin. Tapi, di balik semua itu, Kamu butuh latihan fisik sebelum naik gunung, ada tantangan fisik yang serius.
Medan menanjak, jalur panjang, cuaca berubah-ubah, dan ransel berat bisa bikin badan cepat lelah kalau kamu tidak mempersiapkan diri dengan baik.
Kalau tubuh belum terbiasa dengan aktivitas berat, risiko kelelahan berlebihan, keram otot, bahkan cedera bisa meningkat drastis. Tak sedikit pendaki yang akhirnya terpaksa berhenti di tengah jalan karena fisik tidak kuat, padahal semangatnya masih 100 persen. Sayang banget, kan, sudah jauh-jauh datang tapi nggak bisa menikmati perjalanan sampai puncak?
Seberapa Penting Latihan Fisik Sebelum Naik Gunung?
Makanya, latihan fisik sebelum naik gunung itu bukan cuma soal kekuatan, tapi juga soal ketahanan, kestabilan, dan persiapan mental. Tubuh yang fit akan bikin kita lebih mudah adaptasi dengan medan.
Selain itu juga kita lebih sigap menghadapi perubahan cuaca, dan tetap bisa menikmati setiap langkah tanpa drama. Pendakian jadi lebih aman, lebih nyaman, dan tentunya lebih menyenangkan.
Makanya, latihan fisik sebelum naik gunung itu penting banget. Tidak perlu yang ribet atau harus ke gym, cukup latihan yang konsisten dan sesuai kebutuhan pendakian.
1. Jalan Kaki
Latihan paling simpel tapi powerful. Jalan kaki bisa bantu ningkatin stamina dan kekuatan kaki. Mulailah dengan 3–5 km, lalu naikkan jaraknya perlahan. Tips: Jalan di jalur menanjak atau berbukit biar makin kerasa manfaatnya.
2. Naik-Turun Tangga
Naik gunung identik dengan tanjakan. Nah, latihan naik-turun tangga bisa bantu melatih otot kaki, lutut, dan pernapasan.Tips: Coba bawa tas ransel 5–7 kg waktu naik tangga buat simulasi bawa beban saat mendaki.
3. Squat dan Lunges
Gerakan ini bantu memperkuat paha, betis, dan otot bokong—semua otot penting yang aktif banget waktu mendaki.
Rekomendasi:
- 3 set squat x 15 repetisi
- 3 set lunges x 12 repetisi (tiap kaki)
4. Core Training: Plank, Sit-Up, Mountain Climber
Otot inti (core) sangat penting saat mendaki gunung, apalagi ketika harus bawa ransel berat dan menyeimbangkan tubuh di medan berpasir atau berbatu. Otot perut dan punggung (core) yang kuat bantu kita bawa ransel dengan lebih stabil. Selain itu, postur tubuh juga lebih terjaga.
Latihan sederhana:
- Plank 30–60 detik
- Mountain climber 3 set
- Russian twist 3 set x 20 reps
5. Stretching atau Peregangan
Nggak cuma untuk pemanasan, stretching juga penting buat mencegah cedera dan menjaga fleksibilitas tubuh.Fokus ke bagian kaki, punggung, dan pinggul. Lakukan sebelum dan sesudah latihan.
6. Latihan Kardio: Lari, Bersepeda, atau Renang
Naik gunung butuh stamina dan pernapasan yang kuat. Latihan kardio bantu jantung dan paru-paru bekerja lebih efisien.
Rekomendasi:
- Lari 3–5 km
- Bersepeda 30 menit
- Renang sebagai alternatif low-impact
7. Jalan Sambil Bawa Ransel (Load Walk)
Latihan ini mensimulasikan kondisi nyata di gunung. Bawa ransel 5–10 kg sambil jalan 2–3 km untuk membiasakan tubuh dengan beban. Gunakan ransel yang biasa dipakai naik gunung. Biar badan udah kenal rasanya.
Tips Tambahan: Persiapan Mental dan Pola Hidup
- Tidur cukup: minimal 7 jam sehari.
- Hidrasi: minum air minimal 2 liter/hari.
- Pola makan sehat: perbanyak sayur, protein, dan kurangi junk food.
- Jangan overtraining: kasih waktu istirahat ke tubuh.
Siap Fisik, Siap Nikmati Alam
Kamu tidak perlu latihan yang berat-berat dulu. Yang penting konsisten. Mulai dari 3–4 kali latihan per minggu sudah cukup. Fisik yang prima, mendaki gunung bakal terasa jauh lebih menyenangkan. Nggak gampang lelah, lebih kuat jalan, dan pastinya bisa lebih menikmati alam tanpa terganggu sama badan yang cepat drop.
Yuk, mulai latihan dari sekarang! Karena pendakian yang nyaman itu dimulai dari tubuh yang siap. Jangan sampai semangat naik gunung kalah sama dengkul yang nggak kuat nanjak, ya!





