Debut Silfanus Ndiken di SEA Games 2025. Bagaimana perjalanan dari Papua hingga pelatnas menunjukkan konsistensi pembinaan atletik Indonesia.

Final nomor Lempar Lembing Putra SEA Games ke-33 Thailand 2025 bukan sekadar perebutan medali, tetapi juga panggung yang memperlihatkan debut Silfanus Ndiken dan rekor nasional, Abdul Hafiz. Capaian ini merupakan hasil dari konsistensi pembinaan atletik Indonesia.

Dua atlet Merah Putih berdiri di posisi teratas. Abdul Hafiz merebut emas dengan lemparan 72,82 meter yang sekaligus mencatatkan rekor nasional baru, sementara Silfanus Ndiken mengamankan medali perak lewat lemparan 71,99 meter.

Bagi Silfanus, raihan perak ini memiliki makna lebih dalam. SEA Games Thailand 2025 menjadi debut pertamanya di ajang multi-event Asia Tenggara. Atlet asal Merauke, Papua Selatan, itu langsung menjawab kepercayaan dengan tampil konsisten hingga babak final, menegaskan bahwa regenerasi atletik nasional berjalan di jalur yang tepat.

Duel Merah Putih Abdul Hafiz & Silfanus Ndiken

Persaingan dua atlet Indonesia di sektor lempar lembing menjadi salah satu highlight atletik SEA Games 2025. Lemparan emas Abdul Hafiz tak hanya memastikan dominasi Indonesia, tetapi juga mematahkan rekor nasional sebelumnya milik Silfanus Ndiken (72,26 meter) yang baru dicetak pada Kejuaraan Nasional Atletik 2025 di Solo.

Meski harus merelakan rekornya terlewati, Silfanus tetap tampil solid hingga lemparan terakhir. Catatan 71,99 meter cukup mengamankan posisi kedua dan memperpanjang tren positif performanya dalam dua tahun terakhir.

“Saya merasa bangga sekali karena ini merupakan SEA Games pertama saya, tapi sudah bisa mendapatkan medali perak. Terima kasih untuk semua pihak yang terus mendukung perjalanan karier saya,” ujar Silfanus seusai pertandingan.

Proses Panjang dari Papua hingga Pangalengan

Capaian di Thailand bukan hasil instan. Silfanus merupakan atlet binaan Pengprov PASI Papua Selatan yang bergabung dengan Papua Athletics Center (PAC) sejak Agustus 2023. Program pembinaan desentralisasi ini menjadi titik balik dalam kariernya, membawanya dari kompetisi nasional menuju level regional.

Sejak November 2024, Silfanus masuk dalam program Pelatnas SEA Games 2025 yang dipusatkan di Pangalengan, Jawa Barat. Di sanalah ia menjalani latihan intensif berbasis sains olahraga, penguatan teknik, dan konsistensi volume latihan, yang menjadi fondasi performanya di SEA Games.

Konsistensi Prestasi Dua Tahun Terakhir

Perak SEA Games 2025 melengkapi rangkaian prestasi Silfanus yang menanjak secara bertahap. Pada 2024, ia mencatatkan sejumlah podium, termasuk perak PON Aceh–Sumut, perak Thailand Open, emas Jatim Open, dan perak Jateng Open. Tren positif itu berlanjut pada 2025 dengan emas Singapore Open, emas Jateng Open, emas Kejurnas Atletik dengan rekor nasional, hingga akhirnya podium SEA Games.

Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan atlet tidak hanya dinilai dari satu kejuaraan, melainkan dari konsistensi performa lintas kompetisi.

PB PASI: Bukti Pembinaan Berjalan Sehat

Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai dominasi Indonesia di nomor lempar lembing putra sebagai cerminan pembinaan yang berkesinambungan.

“Nomor lempar lembing putra menunjukkan persaingan yang sehat dan berkualitas. Dua atlet Indonesia berada di posisi teratas SEA Games, dan ini mencerminkan hasil pembinaan yang berjalan dengan baik. Capaian Silfanus di SEA Games pertamanya menjadi modal penting untuk pengembangan prestasi ke depan,” ujar Luhut dalam keterangan resmi di Jakarta.

Peran Papua Athletics Center dalam Regenerasi Atlet

Dukungan terhadap Silfanus juga datang dari PT Freeport Indonesia, mitra strategis PB PASI dalam pengembangan PAC. Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, menegaskan bahwa hasil di SEA Games menjadi bukti efektivitas pembinaan berbasis daerah.

“Capaian Silfanus menunjukkan progres pembinaan yang konsisten di Papua Athletics Center. Ia melalui proses bertahap, dari kompetisi nasional hingga SEA Games. Kami akan terus mendukung pembinaan atlet Papua agar siap bersaing di level regional dan internasional,” kata Claus.

PAC sendiri dirancang sebagai pusat pelatihan desentralisasi dengan fasilitas memadai, pendampingan menyeluruh, dan evaluasi berkala—sebuah model pembinaan yang kini mulai menunjukkan hasil nyata.

Modal Menuju Level Asia

Medali perak SEA Games 2025 menjadi lebih dari sekadar pencapaian personal bagi Silfanus Ndiken. Hasil ini menegaskan bahwa pembinaan atletik Indonesia, dari daerah hingga nasional, berjalan selaras dan berkelanjutan. Dari Merauke hingga podium Bangkok, perjalanan Silfanus menjadi gambaran bahwa regenerasi atlet nasional tengah menemukan momentumnya.

Share:
Ade Novia

Ade Novia

Artikel ini ditulis oleh tim editorial Hayfit.id, komunitas kesehatan yang didedikasikan untuk wanita aktif yang ingin tetap fit tanpa harus ribet. Berbekal pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media online, kami berkomitmen menyajikan informasi kesehatan yang tidak hanya akurat dan berbasis data, tetapi juga relevan dengan realita sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *